Pages

Showing posts with label art. Show all posts
Showing posts with label art. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

Heri Dono - Kakang Kawah Adik Ari Ari

Heri Dono - Kakang Kawah Adik Ari Ari - Heri Dono seorang seniman kontemporer Indonesia, yang karyanya sudah tidak asing lagi di kalangan para kolektor seni, baru – baru ini bergabung dengan edwin’s Gallery ( Indonesian Contemporary Art Gallery ) memamerkan karya seninya di Hong Kong dalam event Art Basel 2013.

Heri Dono
Heri Dono - Kakang Kawah Adik Ari Ari
Heri Dono sering disebut juga sebagai seniman borongan karena kemampuannya yang luar biasa dalam mengolah seni rupa, tidak hanya lukisan saja namun juga seni rupa lain seperti kinetic art.

Dalam Event Art Basel tahun ini, Heri Dono lebih banyak menampilkan lukisan cat minyaknya. Salah satu lukisannya yang cukup menyedot perhatian saya adalah lukisan yang diberi judul Kakang Kawah Adik Ari – Ari.

Judul lukisan ini mengandung filosofi yang sangat mendalam bagi orang Jawa, kakang yang berarti kakak atau saudara tua, adi yang berarti adik atau saudara yang lebih muda. Dalam cakupan kalimat ini adalah merupakan proses kelahiran seorang bayi di muka bumi ini. Proses normal seorang ibu pada proses persalinan adalah yang pertama air ketuban (banyu kawah) yang kedua jabang bayi dan yang ketiga adalah ari-ari ( Plasenta ).

Siapa mereka dan apa hubungannya dengan kehidupan manusia ? Kakang Kawah (air ketuban) dan Adi Ari-ari (plasenta)merupakan wujud nyata dari “tentara Tuhan” yang menjaga dan mensuplai kebutuhan kita sewaktu masih berupa janin dalam kandungan. Peran dua makhluk ini sangat besar bagi kehidupan janin, Para Leluhur Jawa percaya bahwa ‘roh’ mereka tetap mengikuti manusia setelah kelahirannya untuk tetap menjadi pendamping yang setia. Roh mereka tetap menjadi ‘tentara-Nya’ yang mendampingi manusia dalam kehidupan.

Makna yang bisa saya petik dari lukisan Heri Dono yang berjudul Kakang Kawah Adik Ari – Ari ini adalah bahwa Ada penyertaan Tuhan dalam proses kehidupan kita, dimana manusia lahir di dunia ini tidak sendirian. Dengan mengingat mereka akan menjadi sarana kita mengingat kebaikan Tuhan. Bagaimana menurut anda? apa yang anda lihat dari lukisan Heri Dono? :)
Baca Selanjutnya >>

Wednesday, May 29, 2013

Art Basel Hong Kong 2013

Art Basel Hong Kong 2013 - Art Basel merupakan pameran contemporary art dunia yang di adakan setiap tahun di Basel, Miami Beach dan Hong Kong. Art Basel didirikan oleh beberapa art gallery pada tahun 1970, yang bertujuan untuk memberikan dorongan pada art gallery dalam membina para seniman serta pengembangannya melalui promosi visual.

Pada tahun 2013 ini, Art Basel di adakan di Hong Kong yang berlangsung dari tanggal 23 Mei – 26 Mei 2013. Salah satu galeri seni kontemporer Indonesia ( Indonesian Contemporary Art Gallery ) yang ikut serta meramaikan event ini adalah Edwin’s Gallery. Galeri yang digawangi oleh Edwin Rahardjo ini menggandeng seniman kontemporer ternama Indonesia Heri Dono dan Jumaldi Alfi.

Heri Dono - Indonesian Oddisey, 2013

Heri Dono - Kakang Kawah Adi Ari - Ari, 2013

Heri Dono - Narcissism Of Dono Saurus, 2013

Jumaldi Alfi - Melting Memories The Begining Of The End
Jumaldi Alfi - A Chille Serries

Baca Selanjutnya >>

Tuesday, May 21, 2013

Seni Kinetic Tiga Dimensi

Seni Kinetic
Seni Kinetic Tiga Dimensi
SENI KINETIC merupakan satu media baru dalam bidang seni, yang menggabungkan antara bentuk tiga dimensi dan prinsip mekanika. Bentuk seni rupa itu menggunakan dasar patung yang merupakan rakitan dari bahan kayu, akrilik, dan logam yang kemudian diberi mesin untuk menggerakan bagian tertentu, sesuai dengan konsep sang seniman.

Salah seorang pelopor seni kinetic di Indonesia adalah Edwin Rahardjo, beliau selain sebagai seorang seniman kinetic art, juga merupakan pemilik galeri seni Edwin’s Gallery yang berlokasi di Kemang Jakarta Selatan. Kebangkitan seni kinetic di Indonesia ditandai dengan digelarnya pameran seni tiga dimensi kinetic art yang bertemakan Light Rhythm pada Bazaar Art di Jakarta tahun 2012 lalu di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place.

Pada pameran tersebut dipamerkan karya dari Bagus Pandega, Edwin Rahardjo, Rudi Hendriatno, Septian Harryyoga, Keivor, Bob Potts dan Piotr. Mereka itu antara lain berasal dari Jakarta, Bandung, AS, dan Polandia. Bentuknya bermacam-macam dan masing – masing memiliki gerak yang unik.

Edwin Rahardjo mulai terjun ke dunia seni kinetic berawal dari kecintaannya terhadap Mekanik, dari situlah Ia mulai mewujudkannya dalam benda seni mekanik. Seperti terlihat pada gambar diatas, itu merupakan salah satu karya seni kinetic tiga dimensi dari Edwin Rahardjo yang mengambil inspirasi dari keindahan gerakan cumi-cumi. Benda seni itu juga diberi sensor dan akan bergerak bila didekati. Variasi gerakan lempengan yang disusun secara horizontal itu berbeda-beda antara sisi kiri dan kanan.
Baca Selanjutnya >>

Thursday, April 4, 2013

Contemporary Art Painting Untuk Dekorasi Interior Rumah

Contemporary Art Painting
Indonesian contemporary art gallery tumbuh subur di Indonesia, hal ini seiring dengan meningkatnya minat masyarakat akan contemporary art untuk mendekorasi interior rumah. Bayangkan jika di ruang tamu anda tergantung lukisan asli Raden Saleh atau Affandi sang maestro lukisan Indonesia tentu sangat membanggakan bukan? Atau lukisan kontemporer karya I Nyoman Masriadi, selain dari nilai lukisan tersebut yang terbilang sangat fantastis, tentu menjadikan prestise tersendiri.

Salah satu Indonesian Contemporary Art Gallery yang namanya sudah tidak asing lagi bagi para pecinta seni kontemporer Indonesia adalah Edwin’s gallery, gallery ini berdiri sejak 1984 di daerah kemang Jakarta, di gallery ini tersimpan berbagai jenis karya seni kontemporer mulai dari seni kinetic atau orang lebih mengenal dengan seni instalasi, sculptures, dan lukisan kontemporer.

Pada saat ini, pembelian seni lukis kontemporer / Contemporary Art Painting lebih diasosiasikan sebagai bagian dari dekorasi interior sebuah rumah. Sebagain besar orang menyukai karya seni lukis kontemporer untuk dipajang di rumah maupun di kantor untuk mempercantik ruangan dengan menyesuaikan furniture yang ada dan konsep rumah tersebut.

Memang karya seni tidak bisa dibandingkan nilainya hanya sebagai penghias dekorasi ruangan akan tetapi banyak seniman bisa memperoleh banyak keuntungan dari penjualan lukisan contemporary art ini, hal ini bisa membantu membangun dan meningkatkan reputasi dari seniman itu sendiri, sebab karya mereka akan banyak dikenal oleh para penikmat seni di Indonesia.
Baca Selanjutnya >>

Tang Shu - Inspirasi Seni Lukis Dari Pulau Dewata

Tang Shu - Contemporary Art
Tang Shu, seorang pelukis kontemporer dari negeri tirai bambu China sudah cukup familiar dengan Indonesia. Selain ia pernah mengadakan pameran Seni Rupa tunggal di Indonesian contemporary art gallery yang terletak di daerah Kemang Jakarta Selatan yaitu Edwin’s Gallery .

Baca Selanjutnya >>

Sunday, March 24, 2013

Kegelapan Seni Rahmat Subani

Perjalanan seni seorang Rahmat Subani yang mulai mengeksplorasi 'kegelapan' dan citra 'kegelapan', ia menggambarkan sebuah ruangan gelap tanpa sinar matahari. Mungkin terlalu mustahil, bagaimana sebuah ruang yang gelap atau mungkin keadaan malam hari dapat dilukis dan dituangkan dalam secarik kanvas?

Tapi hal itu tak mustahil bagi seniman Indonesia, Rahmat Subani semasa hidupnya mulai menunjukkan sebuah karya kesatuan pesan atau ide-ide. Dari berbagai karya yang sempat terpajang di Indonesian contemporary art gallery. Bagi sebagian besar orang, apa yang Rahmat Subani telah lakukan adalah sublimasi dan subversi sekaligus dalam sebuah karya seni. Ini amat menakjubkan, disaat alam semesta ini penuh warna dan lampu, ia justru merenungkan hal itu dari sudut pandang yang berbeda.

Warna hitam digunakannya untuk mewakili genesis (sebelum ada cahaya). Hal itu sama seperti ketika seseorang (apakah Rahmat Subani atau orang lain) mencoba untuk mengeksplorasi diam, untuk mendapatkan arti dasar dari kehidupan yang ada di balik kecemerlangan hidup? Sebenarnya kita hanya perlu sedikit cahaya. Keaslian dan keberadaannya tidak didapat dari lampu warna-warni. Sebaliknya, mereka dapat ditemukan di ruang gelap. Dalam gelap, ada kehidupan, cahaya, cara atau sudut pandang lain untuk dilihat.

Oleh karena itu, apa yang kita lihat dalam lukisan karya Rahmat Subani adalah lukisan gelap, dengan jumlah cahaya buatan (lampu dan obor atau kesetaraan. Meski tampak tidak disengaja, tapi yang paling penting tentang karya Rahmat Subani adalah bahwa mereka diciptakan dalam hati nurani yang mendasar.

Dalam karya awal seperti sebuah lukisan berjudul "The Night hidup" (1997), cahaya berasal dari rumah Jawa tradisional dan juga lampu yang bernama Oncor, dan semua tertuangkan di cakrawala dan kanvas. Sedangkan dalam karya-karya berikutnya, terutama tokoh perempuan, cahaya datang dari wajah. Tidak peduli di mana cahaya berasal dari, atau apa cahaya itu.
Baca Selanjutnya >>

Wednesday, March 6, 2013

Pameran Edwin’s Gallery Di Hong Kong

Edwin’s Gallery yang merupakan salah satu Indonesian Contemporary Art Gallery akan memamerkan karya dari Heri Dono dan Jumaldi Alfi dalam Art Basel di Hong Kong, tanggal 23 Mei 2013. Edwin’s Gallery memang sangat aktif dalam mengadakan pameran – pameran baik itu di dalam maupun luar negeri.

Nama Heri Dono sudah tidak asing lagi di dunia seni Indonesia, Seniman Kontemporer Indonesia ini tidak hanya menggunakan medium lukisan dan patung namun juga karya seni instalasi, bahkan seni teaterpun sering ia tampilkan dalam berbagai pameran kelompok maupun tunggal di seluruh penjuru Indonesia. Maka tidak heran jika Heri Dono sering disebut juga sebagai seniman borongan. Kebanyakan karya lukis yang ditampilkan Heri Dono merefleksikan pemikiran dan pandangan pelukis atas dinamika sosial dan politik di Indonesia selama beberapa periode terakhir.

Heri Dono lahir di Jakarta pada tanggal 2 Juli 1960 dan mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta, disinilah Ia pernah memperoleh penghargaan untuk lukisan terbaik pada tahun 1981 dan 1985. Dia merupakan seniman instalasi yang aktif dan bekerja dengan menggunakan material yang berasal dari berbagai tempat di seluruh dunia.

Selain karya dari Heri Dono, Edwin’s Gallery juga memamerkan karya seni dari Jumaldi Alfi. Jumaldi Alfi adalah salah seorang perupa seni kontemporer Indonesia yang membawa tafsir dan pendekatan baru ke dalam genre lukisan potret-diri. pelukis kelahiran Lintau (Sumatra Barat), 19 Juli 1973 ini, karya – karya lukisnya sudah cukup dikenal di pasar seni Indonesia. Bahkan sempat muncul istilah "Gaya Alfi" untuk menyebut lukisan-lukisan seniman lain yang mirip dengan gayanya.
Baca Selanjutnya >>