Pages

Tuesday, May 21, 2013

Seni Kinetic Tiga Dimensi

Seni Kinetic
Seni Kinetic Tiga Dimensi
SENI KINETIC merupakan satu media baru dalam bidang seni, yang menggabungkan antara bentuk tiga dimensi dan prinsip mekanika. Bentuk seni rupa itu menggunakan dasar patung yang merupakan rakitan dari bahan kayu, akrilik, dan logam yang kemudian diberi mesin untuk menggerakan bagian tertentu, sesuai dengan konsep sang seniman.

Salah seorang pelopor seni kinetic di Indonesia adalah Edwin Rahardjo, beliau selain sebagai seorang seniman kinetic art, juga merupakan pemilik galeri seni Edwin’s Gallery yang berlokasi di Kemang Jakarta Selatan. Kebangkitan seni kinetic di Indonesia ditandai dengan digelarnya pameran seni tiga dimensi kinetic art yang bertemakan Light Rhythm pada Bazaar Art di Jakarta tahun 2012 lalu di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place.

Pada pameran tersebut dipamerkan karya dari Bagus Pandega, Edwin Rahardjo, Rudi Hendriatno, Septian Harryyoga, Keivor, Bob Potts dan Piotr. Mereka itu antara lain berasal dari Jakarta, Bandung, AS, dan Polandia. Bentuknya bermacam-macam dan masing – masing memiliki gerak yang unik.

Edwin Rahardjo mulai terjun ke dunia seni kinetic berawal dari kecintaannya terhadap Mekanik, dari situlah Ia mulai mewujudkannya dalam benda seni mekanik. Seperti terlihat pada gambar diatas, itu merupakan salah satu karya seni kinetic tiga dimensi dari Edwin Rahardjo yang mengambil inspirasi dari keindahan gerakan cumi-cumi. Benda seni itu juga diberi sensor dan akan bergerak bila didekati. Variasi gerakan lempengan yang disusun secara horizontal itu berbeda-beda antara sisi kiri dan kanan.